Senin, 12 Agustus 2013

PEMBANGUNAN DUNIA BERETIKA (EWD)

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN DUNIA BERETIKA (EWD)

1           Perkembangan industry memunculkan dua  “kelas”  baru yaitu kelas kapitalis (kapitalisme) yang menguasai modal , serta kelas  buruh yang hanya memiliki tenaga dan ketrampilan.  Sistem liberal yang memberikan kebebasan menyebabkan pemilik modal berusaha membuat produknya semurah mungkin; salah satunya adalah dengan menekan biaya tenaga kerja (buruh). Sistem ini menyebabkan terjadinya jurang yang dalam dan lebar antara buruh dan pemilik modal.  Beberapa gelintir pemilik modal memiliki kekayaan setara dengan sekian milyar penduduk dunia lainnya.  Kesenjangan ini memunculkan system baru yang disebut sosialisme, yang antara lain tidak mengakui hak kepemilikan pribadi.
2.       Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencanangkan program Pembangunan Milinium (Millinium Development Goals- MDG).  Diharapkan bahwa pada tahun 2015 nanti telah penduduk miskin tinggal setengah dari saat dicanamgkan. MDG ini sebenarnya merupakan perwujudan dari konsep Pembangunan Dunia Beretika (PDB).
3.      Melalui perjuangan yang panjang akhirnya Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya.     Dalam Pembukaan  Undang-Undang Dasarnya, Indonesia menyatakan bahwa visi kemerdekaannya adalah menjadikan bangsa Indonesia  bangsa yang cerdas, sejahtera serta mampu ikut mewujudkan ketertiban dunia yang merdeka, damai dan berkeadilan social. Gambaran / deskripsi masyarakat yang demikian adalah : bahwa bangsa Indonesia memiliki tingkat kesehatan yang baik, memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi serta mencapai tingkat kesejahteraan dan moral yang baik.  Berdasarkan gambaran tersebut ditetapkan 3 misi pokok yaitu: kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja.Meskipun telah lebih dari 65 tahun merdeka, namun visi tersebut masih jauh dari kenyataan.  Peringkat kualitas SDM Indonesia masih berada diurutan diatas 100 dari 175 negara.
4.       Di persada Nusantara  dahulu berdiri kerajaan-kerajaan yang memiliki asset yang besar.   Kedatangan orang-orang Eropa dan Asia akhirnya menjadikan Indonesia tanah terjajah.  Namun kekayaan kerajaan tersebut dengan cara tertentu masih dapat diselamatkan  sehingga tidak sempat dirampas penjajah dan dijaga sampai sekarang oleh para sepuh.   Ketiga misi tersebut sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh PBB yaitu Millenium Development Goals (MDG). Untuk mewujudkan itu semua diperlukan dana yang besar.  Dana tersebut sudah tersedia, namun perlu diproses dengan benar oleh seseorang yang memahami serta mampu prosesnya. Dana tersebut perlu dikelola dengan cara tertentu agar penggunaannya membawa manfaat.  Dengan demikian penyediaan dana menjadi misi yang ke empat.
5.       Asumsi.    Sebelum menetapkan strategi perlu dirumuskan asumsi sbb:
a.     Bahwa raja-raja serta para sepuh yang memiliki kewenangan atas asset serta surat-surat berharga lainnya telah menetapkan seseorang atau sekelompok orang yang mewakili (selanjutnya disebut Wakil) kepentingan mereka, sehingga mempunyai hak dan kewenangan untuk member kuasa/ mandat kepada pihak lain.
b.      Bahwa Wakil tersebut merupakan “pintu masuk dan pintu keluar” pihak raja-raja dan para sepuh.
c.       Bahwa Wakil telah mengetahui siapa yang diperkirakan dapat memprosesnya.

6.       Garis Besar PDB untuk Indonesia.
a.      Pembangunan individual.  Pembangunan individual diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga memiliki kesehatan, pengetahun serta ketrampilan yang mensejahterakan.
b.    Pembangunan Desa sebagai Basis.  Sesuai dengan kekhasan masing-masing desa, diusahakan agar desa memiliki produk unggulan dan dibina agar terus berkembang serta meningkat.
c.       Pembangunan Wilayah. Indonesia dibagi dalam Wilayah Pembangunan yang didukung oleh prasarana yang baik.  Dengan infrastruktur yang baik akan mudah dikembangkan industri.
d.      Lingkungan dijaga kelestariannya.  Sumberdaya dimanfaatkan secara arif bijaksana antara lain dengan teknologi yang tepat sehingga  terjaga kelestariannya  
e.      Rehabilitasi Keraton sebagai pusat Budaya, .
f.        Didukung system pendanaan tertentu.  Pendanaan PDB di luar pendanaan APBN/APBD. Perlu dikembangkan sistem tersendiri.
g.       Menjamin kesejahteraan mereka yang dipercaya menjaga asset.  Pada dasarnya ada 3 kelompok: Pertama; mereka yang telah sepantasnya pension; kepada mereka dicukupi kebutuhannya, kedua; mereka yang masuk angkatan kerja’ diberikan pendidikan dan pelatihan, serta ketiga; disekolahkan bagi meraka yang masih usia sekolah.
Bagaimana memulainya?.  
Sebagaimana telah disampaikan oleh founding fathers kita maka Pancasila, Bhenika Tunggal Ika harus menjadi falsafat yang hidup dalam darah kita semua melalui kesatuan dan persatuan, lain tidak.   Hal tersebut dikarenakan yang kita hadapi adalah ahli dalam rekayasa dan penghancuran dengan menyerang kekuatan utama selama dalam sejarah kita adalah hal yang telah disebut diatas, selain godaan harta, uang, wanita dan kekuasaan yang berdasarkan sifat rakus, tamak dan egois.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar