MEWUJUDKAN
PEMBANGUNAN DUNIA BERETIKA (EWD)
1 Perkembangan industry memunculkan dua
“kelas” baru yaitu kelas
kapitalis (kapitalisme) yang menguasai modal , serta kelas buruh yang
hanya memiliki tenaga dan ketrampilan.
Sistem liberal yang memberikan kebebasan menyebabkan pemilik modal
berusaha membuat produknya semurah mungkin; salah satunya adalah dengan menekan
biaya tenaga kerja (buruh). Sistem ini menyebabkan terjadinya jurang yang dalam
dan lebar antara buruh dan pemilik modal.
Beberapa gelintir pemilik modal memiliki kekayaan setara dengan sekian
milyar penduduk dunia lainnya. Kesenjangan
ini memunculkan system baru yang disebut sosialisme, yang antara lain tidak
mengakui hak kepemilikan pribadi.
2. Untuk mengatasi kesenjangan
tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencanangkan program
Pembangunan Milinium (Millinium Development Goals- MDG). Diharapkan bahwa pada tahun 2015 nanti telah penduduk
miskin tinggal setengah dari saat dicanamgkan. MDG ini sebenarnya merupakan
perwujudan dari konsep Pembangunan Dunia Beretika (PDB).
3. Melalui perjuangan yang
panjang akhirnya Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasarnya,
Indonesia menyatakan bahwa visi kemerdekaannya adalah menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang cerdas, sejahtera serta mampu
ikut mewujudkan ketertiban dunia yang merdeka, damai dan berkeadilan social.
Gambaran / deskripsi masyarakat yang demikian adalah : bahwa bangsa Indonesia
memiliki tingkat kesehatan yang baik, memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi
serta mencapai tingkat kesejahteraan dan moral yang baik. Berdasarkan gambaran tersebut ditetapkan 3
misi pokok yaitu: kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja.Meskipun
telah lebih dari 65 tahun merdeka, namun visi tersebut masih jauh dari
kenyataan. Peringkat kualitas SDM Indonesia masih berada
diurutan diatas 100 dari 175 negara.
4. Di persada Nusantara dahulu berdiri kerajaan-kerajaan yang
memiliki asset yang besar. Kedatangan
orang-orang Eropa dan Asia akhirnya menjadikan Indonesia tanah terjajah. Namun kekayaan kerajaan tersebut dengan cara
tertentu masih dapat diselamatkan
sehingga tidak sempat dirampas penjajah dan dijaga sampai sekarang oleh para
sepuh. Ketiga misi tersebut sesuai
dengan program yang telah ditetapkan oleh PBB yaitu Millenium Development Goals
(MDG). Untuk mewujudkan itu semua diperlukan dana yang besar. Dana tersebut sudah tersedia, namun perlu
diproses dengan benar oleh seseorang yang memahami
serta mampu prosesnya. Dana tersebut perlu dikelola dengan cara tertentu agar
penggunaannya membawa manfaat. Dengan demikian penyediaan dana menjadi misi
yang ke empat.
5. Asumsi. Sebelum
menetapkan strategi perlu dirumuskan asumsi sbb:
a. Bahwa raja-raja serta para sepuh yang memiliki kewenangan atas asset serta
surat-surat berharga lainnya telah menetapkan seseorang atau sekelompok orang
yang mewakili (selanjutnya disebut Wakil)
kepentingan mereka, sehingga mempunyai hak dan kewenangan untuk member kuasa/
mandat kepada pihak lain.
b.
Bahwa Wakil tersebut merupakan “pintu masuk dan pintu keluar” pihak
raja-raja dan para sepuh.
c.
Bahwa Wakil telah mengetahui siapa yang diperkirakan dapat memprosesnya.
6. Garis Besar PDB untuk Indonesia.
a. Pembangunan individual. Pembangunan individual diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga
memiliki kesehatan, pengetahun serta ketrampilan yang mensejahterakan.
b. Pembangunan Desa sebagai Basis. Sesuai dengan kekhasan masing-masing desa, diusahakan agar desa memiliki
produk unggulan dan dibina agar terus berkembang serta meningkat.
c.
Pembangunan Wilayah. Indonesia dibagi dalam Wilayah Pembangunan yang
didukung oleh prasarana yang baik. Dengan infrastruktur yang baik akan mudah
dikembangkan industri.
d.
Lingkungan dijaga kelestariannya. Sumberdaya dimanfaatkan secara arif bijaksana antara lain dengan teknologi
yang tepat sehingga terjaga
kelestariannya
e.
Rehabilitasi Keraton sebagai pusat
Budaya, .
f.
Didukung system pendanaan
tertentu. Pendanaan PDB di luar pendanaan APBN/APBD. Perlu dikembangkan sistem
tersendiri.
g.
Menjamin kesejahteraan mereka yang dipercaya menjaga
asset. Pada
dasarnya ada 3 kelompok: Pertama; mereka yang telah sepantasnya pension; kepada
mereka dicukupi kebutuhannya, kedua; mereka yang masuk angkatan kerja’
diberikan pendidikan dan pelatihan, serta ketiga; disekolahkan bagi meraka yang
masih usia sekolah.
Bagaimana memulainya?. Sebagaimana telah disampaikan oleh founding fathers kita maka Pancasila, Bhenika Tunggal Ika harus menjadi falsafat yang hidup dalam darah kita semua melalui kesatuan dan persatuan, lain tidak. Hal tersebut dikarenakan yang kita hadapi adalah ahli dalam rekayasa dan penghancuran dengan menyerang kekuatan utama selama dalam sejarah kita adalah hal yang telah disebut diatas, selain godaan harta, uang, wanita dan kekuasaan yang berdasarkan sifat rakus, tamak dan egois.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar