Selasa, 13 Agustus 2013

THE KEY POINTS TO SOLVE THE TRAGEDI & HOPE

THE KEY POINTS TO SOLVE THE TRAGEDY & HOPE
By NUSANTORO. JOSEF, June, 22nd, 2013
INA 003.0267.8676.0157
The book of Prof Quigley used as the academically of the ethics development world development.
After shoot down the Treaty 1871 at Economic and finance (Great Britain at 2004); the MNC, Governance and Military (USA at 2011); and Philosophy (Vatican at 2013). Supporting by Netherlands as represent the Nusantara asset kingdoms, Also they cannot making more better the system base on God – Gold – Glory in the Capitalist model. Although with 300 smart world class, the end is the end.
We are the East Peoples knows, the end or limitation of the Nature will be health under engineering and extraction nature element for use until now in the name of the civilization.
The problem solving should be, THE STRUGLE OF THE BINARY COME TO END SO, the time for “REALIZED THE ETHICS DEVELOPMENT”, mean “BALANCE AND HARMONY” under ethically methods and approach.  In the Job book (Old Testament) the devil talk and discuss with the God! so why you choose the war as you way, please discuss like devil and God is better.
We can understand you if you understand us, because we living in the same ship and we must learn from the past for better future and living in our wise, harmony and stability for all human being, that’s truth and truly all of time ABOUT THE HIGHER LOVE.
We have no willing to punish you, but we shall now together with ethics methods and approach contribute to ethics engine system development and financing until trading and saving.

Balance and harmony implementation on the ethics development program consist of:
1.         Philosophy and definitions
2.         Wealthy Social Living and responsibility in the Stability with dynamic border
3.         Structure and Development of Programs
4.         Financing Trading saving and Payment in the ethics Banking systems
5.         Asset and Assets Management based on ethics development and systems
6.         Resources Management and parameter of business and empowerment
7.         Government structure and governing management based on ethics system and their relationships
8.         Law and Law enforcement
9.         Security and dynamic defense / security
10.     Conversion – Investment – Stability

Many side (stake holder) try to (control, rules, take control) the (idea, methods, approach, ethics system and their development, finance-banking and trading until management of the resources to sources in many reason just in their view. But we will not as our private property. We will as the answer the Prof Carroll Quigley Books and their works and try to reimburse the all humanity destruction (about 500 years) resulting the “Tragedy and Hope” without any parties as looser.
Our wise said, please we making together, and many side drive their life under the higher love of each other.

Should we as sheep not be cheating to face your greed (as habit, rules and manners, craftiness of life and as success forward?

Senin, 12 Agustus 2013

SEKAPUR SIRIH

Sekapur sirih,
Apa yang telah kutulis ini, bukan hanya khayalan dan impian, namun sudah manapak bumi pertiwi Nusantara Jaya yang Raya. Kujalani tiap langkah dan nafas hidupku dengan diam dan kadang berlinang air mata dan ratapan dihati, dan sering sendiri bersama Jagad dewataku, tempat kuadukan kepedihan dan kepiluan hati dan sanubariku.

Kulangkahkan kaki dan jiwaku tuk belajar pada bangsa-bangsa yang telah salah jalan menguasai Ibu Pertiwi. Ternyata bukan 100% kesalahan mereka tapi juga 80% karena ketidakmampuan kita untuk bersyukur dan menimbang dengan jernih. Maka tergadailah bangsa, rakyat dan seluruh kekayaan alam, dan bukan itu saja, melainkan tercabut dari akar budaya aslinya!!!!! Tragis dan pilu menanti kesadaran yang harus kutunggu dalam keheningan dan kebeningan menyaksikan darah dan isak tangis pribumi mengalami derita disesah berbagai bangsa dan ditunggangi saudara sendiri yang rakus dan haus kuasa serta lupa apapun.

Waktu akhirnya datang jua, kulangkahkan kaki berbicara dan berdiskusi dengan para perekayasa sejarah dan kehidupan bangsaku Nusantara Raya, kutuntut baik secara halus dan menekan. Kuajukan prinsip yang harus mereka jalankan. Bekerja dalam diam dan diam waktu bekerja. Tidak kuharap tepuk tangan dan pujian. Tiada guna bagiku, hanya menjalankan titah Illahi dan menjalankan keputusan leluhur. Hinaan, fitnah dan serangan baik nyata maupun supranatural adalah makananku, tampa pernah kutahu apa salahku pada mereka semua......Ini yang sering membuatku tertawa kadang cukup tersenyum.....wah hebat tenan mereka itu ja Gustiku.

Hyang Widhi memberikan pencerahan dan jalan keluar atas berbagai hambatan yang kuhadapi, saat karya yang dipercayakan diakui orang sebagai karya pribadi penguasa, maka terjungkallah dia dari tahtanya, dan tersingkirlah dia dari kemegahan dunia, ja siapa berani lawan penguasa jagad sekalian alam, silahkan dan kumohonkan ampunan yang layak bagimu.

Hidupku jauh dari enak, bahkan lebih mirip peminta-minta yang mengais makan dari tong sampah derita dunia dan hati sanubari.

Aku hanya ingin diakhir perjalan bertanya pada seluruh rakyat dan umat manusia yang kukasihi adakah yang belum aku urus, dengan menyembah kalian akan kutanya.......katakan maka aku akan mengurusmu dan membuatmu tertawa. Itu sudah cukup bagiku...... dan melihat anak dan istri yang dititipkan Shang Hyang Widi padaku kuurus dengan baik dan kuajari hidup yang hidup. Sempurna

PEMBANGUNAN DUNIA BERETIKA (EWD)

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN DUNIA BERETIKA (EWD)

1           Perkembangan industry memunculkan dua  “kelas”  baru yaitu kelas kapitalis (kapitalisme) yang menguasai modal , serta kelas  buruh yang hanya memiliki tenaga dan ketrampilan.  Sistem liberal yang memberikan kebebasan menyebabkan pemilik modal berusaha membuat produknya semurah mungkin; salah satunya adalah dengan menekan biaya tenaga kerja (buruh). Sistem ini menyebabkan terjadinya jurang yang dalam dan lebar antara buruh dan pemilik modal.  Beberapa gelintir pemilik modal memiliki kekayaan setara dengan sekian milyar penduduk dunia lainnya.  Kesenjangan ini memunculkan system baru yang disebut sosialisme, yang antara lain tidak mengakui hak kepemilikan pribadi.
2.       Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencanangkan program Pembangunan Milinium (Millinium Development Goals- MDG).  Diharapkan bahwa pada tahun 2015 nanti telah penduduk miskin tinggal setengah dari saat dicanamgkan. MDG ini sebenarnya merupakan perwujudan dari konsep Pembangunan Dunia Beretika (PDB).
3.      Melalui perjuangan yang panjang akhirnya Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya.     Dalam Pembukaan  Undang-Undang Dasarnya, Indonesia menyatakan bahwa visi kemerdekaannya adalah menjadikan bangsa Indonesia  bangsa yang cerdas, sejahtera serta mampu ikut mewujudkan ketertiban dunia yang merdeka, damai dan berkeadilan social. Gambaran / deskripsi masyarakat yang demikian adalah : bahwa bangsa Indonesia memiliki tingkat kesehatan yang baik, memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi serta mencapai tingkat kesejahteraan dan moral yang baik.  Berdasarkan gambaran tersebut ditetapkan 3 misi pokok yaitu: kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja.Meskipun telah lebih dari 65 tahun merdeka, namun visi tersebut masih jauh dari kenyataan.  Peringkat kualitas SDM Indonesia masih berada diurutan diatas 100 dari 175 negara.
4.       Di persada Nusantara  dahulu berdiri kerajaan-kerajaan yang memiliki asset yang besar.   Kedatangan orang-orang Eropa dan Asia akhirnya menjadikan Indonesia tanah terjajah.  Namun kekayaan kerajaan tersebut dengan cara tertentu masih dapat diselamatkan  sehingga tidak sempat dirampas penjajah dan dijaga sampai sekarang oleh para sepuh.   Ketiga misi tersebut sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh PBB yaitu Millenium Development Goals (MDG). Untuk mewujudkan itu semua diperlukan dana yang besar.  Dana tersebut sudah tersedia, namun perlu diproses dengan benar oleh seseorang yang memahami serta mampu prosesnya. Dana tersebut perlu dikelola dengan cara tertentu agar penggunaannya membawa manfaat.  Dengan demikian penyediaan dana menjadi misi yang ke empat.
5.       Asumsi.    Sebelum menetapkan strategi perlu dirumuskan asumsi sbb:
a.     Bahwa raja-raja serta para sepuh yang memiliki kewenangan atas asset serta surat-surat berharga lainnya telah menetapkan seseorang atau sekelompok orang yang mewakili (selanjutnya disebut Wakil) kepentingan mereka, sehingga mempunyai hak dan kewenangan untuk member kuasa/ mandat kepada pihak lain.
b.      Bahwa Wakil tersebut merupakan “pintu masuk dan pintu keluar” pihak raja-raja dan para sepuh.
c.       Bahwa Wakil telah mengetahui siapa yang diperkirakan dapat memprosesnya.

6.       Garis Besar PDB untuk Indonesia.
a.      Pembangunan individual.  Pembangunan individual diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga memiliki kesehatan, pengetahun serta ketrampilan yang mensejahterakan.
b.    Pembangunan Desa sebagai Basis.  Sesuai dengan kekhasan masing-masing desa, diusahakan agar desa memiliki produk unggulan dan dibina agar terus berkembang serta meningkat.
c.       Pembangunan Wilayah. Indonesia dibagi dalam Wilayah Pembangunan yang didukung oleh prasarana yang baik.  Dengan infrastruktur yang baik akan mudah dikembangkan industri.
d.      Lingkungan dijaga kelestariannya.  Sumberdaya dimanfaatkan secara arif bijaksana antara lain dengan teknologi yang tepat sehingga  terjaga kelestariannya  
e.      Rehabilitasi Keraton sebagai pusat Budaya, .
f.        Didukung system pendanaan tertentu.  Pendanaan PDB di luar pendanaan APBN/APBD. Perlu dikembangkan sistem tersendiri.
g.       Menjamin kesejahteraan mereka yang dipercaya menjaga asset.  Pada dasarnya ada 3 kelompok: Pertama; mereka yang telah sepantasnya pension; kepada mereka dicukupi kebutuhannya, kedua; mereka yang masuk angkatan kerja’ diberikan pendidikan dan pelatihan, serta ketiga; disekolahkan bagi meraka yang masih usia sekolah.
Bagaimana memulainya?.  
Sebagaimana telah disampaikan oleh founding fathers kita maka Pancasila, Bhenika Tunggal Ika harus menjadi falsafat yang hidup dalam darah kita semua melalui kesatuan dan persatuan, lain tidak.   Hal tersebut dikarenakan yang kita hadapi adalah ahli dalam rekayasa dan penghancuran dengan menyerang kekuatan utama selama dalam sejarah kita adalah hal yang telah disebut diatas, selain godaan harta, uang, wanita dan kekuasaan yang berdasarkan sifat rakus, tamak dan egois.